Sabtu, 25 Juni 2016

Mahasiswa Baru - (Psikologi)

Halo teman-teman,
Hari ini aku akan berbagi pengalaman mengenai kehidupan kuliah, khususnya untuk yang mengambil jurusan psikologi :D
*Disclaimer: hanya merupakan opini dari pengalaman dan berbeda untuk setiap universitas*

Psikologi?? Wah, seru nih, bisa nebak orang, ngeramal. membaca pikiran orang, Hey, buang jauh-jauh pemikiran seperti itu. Ga mungkin kita bisa membaca pikiran orang, kecuali emang kalian punya kekuatannya (well, I don't believe so).

Apa aja sih yang mugkin dialami oleh maba (read: mahasiswa baru), check it down below:

1. Program pengenalan kampus
Setiap universitas memiliki programnya masing-masing, program ini berguna loh teman-teman, untuk bantu beradaptasi dengan perkuliahan, jadi pastikan teman-teman ikut ya (universitas aku sih ga ada yang pelonco-peloncoan, hanya benar-benar pengenalan kampus).

2. Mencari kosan
Untuk teman-teman seperantauan :'), jangan lupa untuk mencari informasi kosan, kontrakan atau asrana kampus. Cari info mengenai harga, fasilitas, keamanan, jarak ke kampus, dan hal lainnya. PASTIKAN kalian benar-benar yakin sama pilihan kalian ya... (biasanya sih bawa sprei, bantal, guling, selimut sendiri ya), kasur, meja belajar, dan lemari pakaian biasanya uda tersedia. Oh ya, pastikan ada atau tidaknya AC, wifi dan lainnya, pokoknya harus teliti yaa.

3. Mencari teman baru
Iya dong, kita butuh temen, setidaknya walaupun sama-sama anak rantau, ya kalau nyasar, masih ada teman (hehe), jangan malu-malu mencari teman, mana tau dapat jodoh juga (loh..). Teman baru sangat menyenangkan loh, apalagi kalau dapat dari daerah yang beragam, jadi bisa berpikiran lebih luas dan saling berbagi pengalaman. Jadi, jangan takut untuk berteman :D
*minta juga bantuan dari senior, biasanya mereka senang kok kalau diminta bantuannya*

4. Manajemen keuangan
Teman-temanku.... kalau kalian anak rantau, biasanya kalian akan diberikan uang saku bulanan, hati-hati menggunakan uangnya, ingat, uang itu untuk keperluan 30 hari temannn... jangan sampai bablas di awal bulan. Ga enak loh kalau mesti pinjam sana sini, karena uangnya juga langsung bakal habis ketika mendapat jatah bulan depan (read: bayar utang). Uhh, no way, jadi bijaklah dalam mengatur uang ya :D

Lanjut, untuk teman-teman yang ngambil jurusan psikologi:

1. Selamat, anda akan bertemu Statistik
Jangan kira teman-teman ga bakal ketemu sama matematika di jurusan ini (what??) Yaps, karena psikologi adalah ilmu, maka diperlukan statistik dasar (ga sulit kok). Biasanya teman-teman akan diajarkan dasar pengolahan data menggunakan SPSS (sangat berguna loh).


2, Meramal?
No, NO, NO. Teman-teman akan belajar mengenai banyak teori dan alat ukur, metode penelitian dan sebagainya. Ingat, psikologi adalah ilmu ilmiah, bukan pseudoscience (contoh: horoskop). Kalian akan diajarkan ilmu-ilmu yang berguna untuk memahami perilaku manusia, dan menarik kesimpulannya (seru-seru)


3. Banyak tugas dan paper
Guys, jangan pernah mengambil data dari W*kipedia kalau kalian ga mau tugas kalian di tolak ya, ambilah data dari jurnal-jurnal penelitian untuk tugas kalian (contoh google scholar, perpusnas), jangan lupa untuk membuat daftar pustaka dan citation agar tidak dituduh melakukan plagiarisme (jangan takut, nanti diajarkan kok :D)

4. Filsafat
Well, kalian akan bertemu dengan filsuf-filsuf kuno dalam memahami manusia, ga susah, cuma ya, guys, mereka sudah berasal dari ratusan tahun lalu, jadi kadang agak kurang sesuai untuk zaman sekarang (PENTING untuk dasar pemahaman kalian)


5. Menghapal
Guys, plis, kalau kalian ga kuat menghapal, maka kalian harus memahami, karena yang akan kalian pelajari adalah setumpuk teori dengan banyak tokoh (kalau di univ aku sih ujiannya open book).
*ga semua mata kuliah*

6. Tugas kelompok
Dari pengalamanku, tugas di jurusan ini kebanyakan adalah tugas kelompok, jadi pilihlah anggota kelompok yang sesuai dengan teman-teman

Yah, kurang lebihnya seperti itu deh teman-teman :D Ingat, yang aku sampaikan ini hanya murni dari pengalamanku aja, dan dapat berbeda di setiap universitas.
Welcome to UNI Life, have fun!
*picture credit: owner*

Peace, 

GCT

Fasting Season--

Halo semuanya,
Hari ini aku akan membahas mengenai puasa


*sedikit disclaimer sebelum mulai: ini hanya bagian dari pendapat pribadi, jadi tidak diperlukan adanya perdebatan, salam damai*

Ehem... jadi aku akan mulai dengan memberikan definisi dari puasa itu apa, jadi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) puasa adalah menghindari makan, minum, dan sebgainya dengan sengaja (berkaitan dengan keagamaan). Terlepas dari faktor keagamaan, aku akan membahas apa saja fungsi dari puasa :

1. Membantu menurunkan berat badan
Puasa dapat membantu menurutnkan berat badan JIKA dilakukan dengan jadwal yang teratur dan berselang, tidak dilakukan terus menerus. Mengapa dapat membantu penurunan berat badan? Karena saat berpuasa, tubuh akan menggunkan lemak sebagai sumber energi (biasanya gula adalah sumber energi utama, didapatkan dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari).

2. Meningkatkan sensitivitas INSULIN
Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh tubuh untuk menjaga kadar gula dalam darah, jika kadar gula darah sangat tinggi, hal inilah yang dikenal sebagai diabetes. Puasa membantu insulin untuk lebih peka terhadap keberadaan gula dalam darah, sehingga kadar gula dalam darah dapat menjadi lebih teratur.

3. Membantu regenarasi imun tubuh
Penelitian membuktikan bahwa dengan berpuasa, tubuh akan menghilangkan zat-zat dan sel-sel tua atau yang sudah tidak berguna dan membangun imun baru. 

Dan masih banyak lagi fungsi dari puasa, info lengkapnya klik disini. Walaupun begitu, kalian harus tetap menjaga kesehatan, apabila merasa tidak sehat, jangan memaksakan untuk berpuasa, pastikan kalian tidak mengalami gangguan fisik, seperti dehidrasi, maag dan lainnya. 

Baiklah, sekarang aku akan membahas sedikit mengenai puasa di Indonesia, terutama di Pekanbaru dan Jakarta (karena aku tinggal di kedua kota itu). 


1. Rata-rata rumah makan tutup selama bulan puasa (dalam arti sebenarnya: tidak berjualan) di Pekanbaru
Aku sampai sekarang masih tidak dapat memikirkan alasan yang utama mengapa rumah makan harus tutup selama bulan puasa. Bukankah kita tinggal di lingkungan yang multikultural? Bahkan di restoran di mall pun hanya boleh dibungkus untuk di bawa pulang. 


2. Makan di tempat umum sepertinya tabu
Pernah suatu kali, aku berjalan menuju kampus sambil makan snack, sebuah wafer kecil dan seseorang bertanya kepadaku, mengapa aku makan?
Dan jujur aja, aku bingung jawabnya, jadi kuberikan jawaban Kan MULTIKULTURAL dan dia hanya tersenyum. 
*note: aku selalu berusaha menghindar untuk makan terutama minum di tempat umum, namun hari itu aku hanya ingin mencoba melihat respon dari lingkungan.


3. Banyak rumah makan yang ditutup dengan tirai atau kain
Hal ini terjadi baik di Jakarta maupun di Pekanbaru, dan aku pernah suatu kali makan di kedai, dan kedai itu sangat penuh dengan pelanggan, bahkan ada yang bergurau Puasa... bulannya. Aku tidak ingin memberikan penilaian apapun, karena keputusan untuk berpuasa atau tidak ada sepenuhnya di tangan kalian sendiri. Ironi, menurutku, dengan memberikan penutup ditempat makan, maka kita tak akan pernah mengetahui siapa yang sedang makan di dalam sana, 

4. Jadwal kantor dan sekolah yang dipersingkat
Dulu, sekolahku adalah sekolah swasta, dan jadwal sekolah dipersingkat kurang lebih 5-10 menit per mata pelajaran, sebenarnya aku kurang memahami tujuan dari hal ini, namun yah, aku menikmatinya, siapa yang tidak suka pulang lebih awal? :D/ 
Mungkin untuk kantor, jam dipersingkat agar para pekerja dapat berbuka bersama dengan keluarganya, dan menurut aku sih ini sah-sah aja, berbagi rahmat di bulan Ramadhan, why not? :)



*semua gambar, credit: owner*
Sebagai penutup, aku hanya ingin mengucapkan selamat berpuasa, semoga amal ibadahnya diterima, dan sekali lagi, seluruh artikel ini hanya berfungsi sebagai opini, tidak untuk memulai perdebatan ataupun kebecian. 

Peace!

GCT

Ps: jika mau mengambil artikel, silahkan tinggalkan komentar :)